Ketika antibodi mengenali antigen dari mikroba penyerbu, terjadilan serangkaian reaksi yang disebut dengan aglutinasi atau penggumpalan. Ada banyak faktor yang terlibat dalam proses terjadinya penggumpalan, salah satunya adalah makanan.
Ada beberapa jenis makanan yang berpotensi menggumpalkan sel-sel golongan darah tertentu, sehingga makanan tertentu dapat sangat berbahaya terhadap satu atau lebih golongan darah, namun juga dapat bermanfaat bagi golongan darah lainnya.
Pada dasarnya, kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang dengan golongan darah B mampu dan tumbuh berkembang dengan baik melalui apa yang telah disediakan oleh alam, baik hewan maupun tumbuhan.
Jenis penyakit yang kadang diderita oleh orang dengan golongan darah B adalah kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala, migrain, masalah haid, kegemukan, penyakit jantung, hati dan saluran empedu, sakit tulang belakang dan kerusakan sistem saraf.
Jenis makanan yang dianjurkan : Ikan laut, susu sapi, keju, bubur gandum, brokoli, ubi, wortel, teh hijau, daging (kambing, domba, kelinci, rusa), hati, telur, sayuran hijau
Makanan yang netral : cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, kacang-kacangan, roti beras, selada, mentimun, labu, kentang, mangga, melon, jeruk, jambu biji, sawi, kurma
Makanan yang dihindari : bebek, ayam, angsa, belibis, kepiting, siput, lobster, es krim, telur bebek, telur putuh, kacang tanah, tomat, jagung, alpukat, pare, delima, belimbing, air soda, minuman beralkohol.
Untuk orang dengan golongan darah B, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berbahan dasar susu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Orang dengan golongan darah B cenderung lebih mudah terkena stres, sebaiknya mencari kegiatan rutin berupa hobi dan melakukan kreativitas atau berekreasi untuk menghilangkan stres.
Olahraga yang cocok untuk dilakukan adalah renang, jalan kaki, meditasi (yoga), bersepeda dan tenis.
Sumber: Mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar