Metode apa yang Anda gunakan untuk merawat wajah? Simpan uang yang telah Anda anggarkan untuk mengunjungi dokter kecantikan, karena sebetulnya nenek moyang kita telah mewariskan bahan-bahan perawatan kecantikan yang digunakan sejak jaman 'tempo doeloe'. Tak percaya? Coba intip beberapa perawatan berikut ini..
Perawatan kulit wajah termasuk fokus utama dalam kecantikan, dan hal ini disadari benar oleh nenek moyang kita dengan menggunakan bahan seperti :
1. Bedak dingin
Bedak ini tidak digunakan untuk merias wajah seperti halnya bedak pada masa kini, tetapi berfungsi sebagai masker. Fungsinya untuk mendinginkan kulit wajah yang terkena terik matahari, menghaluskan kulit wajah sekaligus menipiskan noda-noda / flek.
Bedak dingin ini biasanya dibuat dari tepung sari pati beras, yang dicampur dengan sari pati bunga-bunga seperti mawar, kenanga, cempaka ataupun melati, maupun daun pandan. Semua ini untuk merawat kulit sekaligus memberi aroma yang wangi. Lain halnya dengan bedak saat sekarang yang berbentuk bubuk atau padat, bedak dingin ini dikemas dalam bentuk bulatan-bulatan kecil. Sebelum dibubuhkan, bulatan-bulatan bedak dingin ini terlebih dahulu dihancurkan menjadi bubuk dan dicampur dengan sedikit air mawar.
2. Masker
Perawatan wajah dengan menggunakan masker juga telah dikenal sejak dulu. Beragam bahan digunakan sebagai masker seperti bengkuang untuk menghilangkan noda wajah serta mencerahkan kulit, alpukat untuk memberi kelembapan serta tomat untuk menghaluskan kulit. Bahan beras juga lazim digunakan sebagai masker dipadu dengan temulawak dan belerang untuk kulit berjerawat. Seperti halnya bedak dingin, bahan-bahan utama beras ditumbuk sampai halus dan dicampur air mawar sebelum dibubuhkan pada wajah.
Jika saat ini dikenal AHA, BHA, Kinetin yang semuanya mengandung bahan bersifat asam (acid) sebagai bahan regenerasi (peremajaan) kulit, maka dulupun wanita Indonesia sudah mengenal masker dari bahan asem jawa maupun pepaya untuk memudakan kembali kulit wajah.
3. Scrub
Siapa bilang scrub adalah monopoli wanita modern? Scrub yang bertujuan untuk meluruhkan lapisan kulit mati juga telah dikenal sejak dulu, seperti scrub dari bubuk kerang yang dicampur dengan air mawar, ataupun tepung beras yang dicampur sari pati kemuning dan dicampur air mawar. Bahan-bahan ini dibubuhkan pada kulit kemudian digosok-gosokkan hingga kulit matipun berguguran.
4. Pelembap
Nenek moyang kita dulu umumnya menggunakan minyak sebagai pelembap wajah seperti minyak zaitun maupun minyak bulus. Minyak dari sari pati bunga mawar juga lazim digunakan sebagai pelembap, pembersih maupun sebagai pewangi.
Sumber: astaga.com
Perawatan kulit wajah termasuk fokus utama dalam kecantikan, dan hal ini disadari benar oleh nenek moyang kita dengan menggunakan bahan seperti :
1. Bedak dingin
Bedak ini tidak digunakan untuk merias wajah seperti halnya bedak pada masa kini, tetapi berfungsi sebagai masker. Fungsinya untuk mendinginkan kulit wajah yang terkena terik matahari, menghaluskan kulit wajah sekaligus menipiskan noda-noda / flek.
Bedak dingin ini biasanya dibuat dari tepung sari pati beras, yang dicampur dengan sari pati bunga-bunga seperti mawar, kenanga, cempaka ataupun melati, maupun daun pandan. Semua ini untuk merawat kulit sekaligus memberi aroma yang wangi. Lain halnya dengan bedak saat sekarang yang berbentuk bubuk atau padat, bedak dingin ini dikemas dalam bentuk bulatan-bulatan kecil. Sebelum dibubuhkan, bulatan-bulatan bedak dingin ini terlebih dahulu dihancurkan menjadi bubuk dan dicampur dengan sedikit air mawar.
2. Masker
Perawatan wajah dengan menggunakan masker juga telah dikenal sejak dulu. Beragam bahan digunakan sebagai masker seperti bengkuang untuk menghilangkan noda wajah serta mencerahkan kulit, alpukat untuk memberi kelembapan serta tomat untuk menghaluskan kulit. Bahan beras juga lazim digunakan sebagai masker dipadu dengan temulawak dan belerang untuk kulit berjerawat. Seperti halnya bedak dingin, bahan-bahan utama beras ditumbuk sampai halus dan dicampur air mawar sebelum dibubuhkan pada wajah.
Jika saat ini dikenal AHA, BHA, Kinetin yang semuanya mengandung bahan bersifat asam (acid) sebagai bahan regenerasi (peremajaan) kulit, maka dulupun wanita Indonesia sudah mengenal masker dari bahan asem jawa maupun pepaya untuk memudakan kembali kulit wajah.
3. Scrub
Siapa bilang scrub adalah monopoli wanita modern? Scrub yang bertujuan untuk meluruhkan lapisan kulit mati juga telah dikenal sejak dulu, seperti scrub dari bubuk kerang yang dicampur dengan air mawar, ataupun tepung beras yang dicampur sari pati kemuning dan dicampur air mawar. Bahan-bahan ini dibubuhkan pada kulit kemudian digosok-gosokkan hingga kulit matipun berguguran.
4. Pelembap
Nenek moyang kita dulu umumnya menggunakan minyak sebagai pelembap wajah seperti minyak zaitun maupun minyak bulus. Minyak dari sari pati bunga mawar juga lazim digunakan sebagai pelembap, pembersih maupun sebagai pewangi.
Sumber: astaga.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar